Jalur kereta api logistik Kuala Tanjung yang terletak di Bandar Tinggi telah beroperasi sejak awal tahun 2022. Pada tahap awal, pengoperasian akan dimulai dengan kereta api perintis dan selanjutnya akan disusul dengan pengoperasian kereta api logistik.
Pembangunan jalur kereta api logistik di Kuala Tanjung merupakan langkah strategis yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan efisiensi transportasi barang di wilayah tersebut. Jalur kereta api ini dirancang untuk menghubungkan pelabuhan Kuala Tanjung dengan berbagai pusat industri dan distribusi di Sumatera Utara, sehingga mempercepat proses pengiriman barang dan mengurangi biaya logistik. Dengan infrastruktur yang modern dan kapasitas angkut yang besar, jalur kereta api ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung sistem logistik di kawasan tersebut.
Selain meningkatkan efisiensi, jalur kereta api kuala tanjung juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Dengan adanya jalur transportasi yang lebih cepat dan andal, industri di Sumatera Utara dapat lebih mudah mengakses pasar domestik dan internasional. Hal ini akan mendorong peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja baru di wilayah tersebut. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur logistik lainnya, seperti jalan raya dan pelabuhan, guna mendukung integrasi sistem transportasi yang lebih baik.
“Pembangunan rel kereta api ini tidak hanya sekedar dibangun, namun direncanakan pada Januari atau awal tahun akan dioperasikan kereta api perintis dan disusul dengan pengoperasian kereta api logistik,” kata Direktur Prasarana Perkeretaapian, Harno Trimadi saat kegiatan kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, di Stasiun Tanjung Gading, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Kamis .
Baca Juga : IPC Tanjung Priok Dukung Klaster Logistik di Jakarta
“Terkait perkembangan kedepan, kami mau melihat ini dioperasikan dulu. Jadi setelah kita operasikan baru kita lihat, mau kita kembangkan atau bagaimana,” ujarnya.
Saat ini Kabupaten Batubara ditetapkan menjadi kawasan strategis nasional dengan pembangunan Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung serta kawasan Industri Kuala Tanjung. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Batubara tentunya memerlukan dukungan infrastruktur baik jaringan jalan, jaringan kereta api dan jaringan pelayaran angkutan laut.
